Wisata Gunung Paling Diminati 2025

Wisata Gunung Paling Diminati 2025

Wisata Gunung Paling Diminati 2025: Mendaki ke Langit – Wisata Gunung Paling Diminati 2025: Mendaki ke Langit

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota dan dunia digital yang serba cepat, alam kembali menjadi oase bagi banyak orang. Salah satu bentuk pelarian paling digemari di tahun 2025 adalah wisata gunung. Semakin banyak pendaki pemula maupun profesional yang menjadikan gunung sebagai destinasi utama — bukan hanya untuk olahraga dan petualangan, tetapi juga sebagai sarana refleksi, ketenangan jiwa, dan kebebasan.

Tak heran jika wisata gunung kini tak lagi dianggap sebagai hobi ekstrem, melainkan sebagai gaya hidup modern yang selaras dengan tren back to nature. Tahun 2025 mencatat lonjakan minat luar biasa terhadap pendakian gunung, baik di Indonesia maupun di dunia.

Baca juga : Citambur: Air Terjun Megah di Selatan Cianjur yang Menyimpan Keindahan dan Legenda

Lantas, gunung mana saja yang paling diminati tahun ini? Simak daftar dan pesonanya berikut ini!

1. Gunung Rinjani, Indonesia

Gunung Rinjani di Lombok, NTB, kembali jadi primadona wisata pendakian. Di tahun 2025, Rinjani menduduki peringkat pertama sebagai gunung paling diminati di Asia Tenggara, menurut situs traveling internasional.

Pesona danau Segara Anak, puncaknya yang menantang, serta jalur pendakian yang bervariasi menjadikan Rinjani cocok untuk pendaki berpengalaman maupun semi-pemula. Infrastruktur pendakian yang semakin baik dan sistem kuota berbasis online juga memudahkan wisatawan mengaksesnya dengan lebih aman dan tertib.

2. Gunung Fuji, Jepang

Simbol kebanggaan Negeri Sakura ini tetap tak tergeser dari daftar gunung paling populer dunia. Gunung Fuji dengan bentuknya yang nyaris sempurna dan sakral memiliki daya tarik tersendiri. Di tahun 2025, pemerintah Jepang memperluas akses transportasi ke kaki gunung dan memperkenalkan eco hiking program untuk menjaga kelestariannya.

Pendaki kini bisa menikmati jalur malam hari untuk menyaksikan matahari terbit dari atas awan — pengalaman yang dijuluki “Goraiko”, atau cahaya spiritual fajar. Tak heran, wisata spiritual dan fotografi alam di Fuji makin populer.

3. Gunung Kilimanjaro, Tanzania

Bagi para pendaki global, Kilimanjaro di Afrika masih menjadi destinasi impian. Dengan ketinggian 5.895 mdpl, gunung ini adalah gunung tertinggi di Afrika sekaligus salah satu dari “Seven Summits” dunia.

Uniknya, Kilimanjaro bisa didaki tanpa perlengkapan teknikal seperti gunung bersalju lainnya. Jalurnya yang menantang namun relatif aman menarik ribuan pendaki internasional tiap tahunnya. Di 2025, minat wisatawan melonjak karena program pariwisata berkelanjutan yang memberi peluang pengalaman autentik bersama komunitas lokal.

4. Gunung Bromo, Indonesia

Bagi pencinta gunung yang tidak ingin pendakian berat, Gunung Bromo adalah pilihan terbaik. Popularitasnya makin meningkat di 2025 karena akses yang lebih baik dan pemandangan ikonik lautan pasir serta matahari terbit dari Bukit Penanjakan yang kini bisa diakses dengan kendaraan ramah lingkungan.

Bromo menawarkan kemegahan gunung aktif dalam bentuk yang bisa dinikmati semua kalangan — mulai dari anak muda, keluarga, hingga wisatawan lansia. Aktivitas berkuda, jeep tour, hingga sesi foto prewedding menjadikan Bromo salah satu gunung paling “instagramable” tahun ini.

5. Gunung Elbrus, Rusia

Meningkatnya tren petualangan ekstrem membuat Elbrus menjadi bintang baru di Eropa Timur. Gunung tertinggi di Eropa ini menawarkan medan salju dan es yang menantang, namun tetap dapat ditaklukkan oleh pendaki berpengalaman.

Di tahun 2025, Elbrus masuk 10 besar destinasi wisata gunung global versi Lonely Planet. Fasilitas pendakian makin lengkap, dan banyak operator lokal yang menyediakan tur berpemandu dengan akomodasi nyaman.

6. Gunung Semeru, Indonesia

Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini kembali dibuka secara penuh untuk pendakian pada pertengahan 2024 lalu setelah sempat ditutup karena erupsi. Tahun 2025 menjadi masa kebangkitan Semeru sebagai magnet pendaki lokal.

Pemandangan Mahameru, keindahan Ranu Kumbolo, serta jalur pendakian yang legendaris membuat Semeru menjadi tujuan utama para pecinta alam sejati. Antusiasme luar biasa terlihat dari sistem booking online yang sering penuh dalam hitungan menit.

Mengapa Wisata Gunung Makin Diminati?

  • Tren Kesehatan Mental & Keseimbangan Hidup
    Banyak orang mencari ketenangan dari alam dan mendaki sebagai sarana detoks digital.
  • Petualangan dan Prestasi Pribadi
    Menaklukkan puncak gunung menjadi pencapaian simbolis, terutama di era media sosial.
  • Pariwisata Ramah Lingkungan
    Pendakian kini dipromosikan sebagai bagian dari wisata berkelanjutan dan sadar lingkungan.

Kesimpulan: Langit Adalah Batasnya

Tahun 2025 menunjukkan bahwa wisata gunung bukan lagi sekadar tren sesaat. Mendaki gunung telah menjadi bagian  dari cara manusia modern meresapi kehidupan — pelarian dari rutinitas, pencarian jati diri, hingga perayaan terhadap keindahan bumi gacha99 link alternatif.